Minggu, 15 November 2015

12 Penyebab Stress Berkepanjangan

12 Penyebab Stress Berkepanjangan

Stress merupakan suatu kondisi atau keadaan dimana seseorang mengalami beban pikiran dan juga mental yang dapat mempengaruhi kondisi tubuh seseorang. Stress sendiri terbagi menjadi dua jenis, yaitu :

  • Eustress – Merupakan jenis stress, dimana stress yang muncul akan menyebabkan seseorang ingin melakukan sesuatu yang lebih baik lagi, dan tidak menimbulkan efek negatif atau sering juga dikenal dengan istilah stress positif.
  • Distress –Sering dikenal dengan istilah stress negatif. Inilah stress yang sering dihindari oleh orang-orang, karena akan menyebabkan kondisi tubuh dan mental menjadi terpuruk dan dapat berujung pada depresi.
Tingkat stress seseorang sendiri agak sulit diukur, karena memiliki parameter yang berbeda-beda setiap orang. Biasanya ketika mengalami stress, sesuai dengan kondisi tubuhnya, seseorang kemungkinan akan mengalami beberapa hal berikut ini :
  1. Psikosomatis
  2. Tidak fokus dalam melakukan aktivitas
  3. Menangis
  4. Melakukan tindakan-tindakan yang melanggar norma
 

Apa saja faktor yang menyebabkan stress?

Faktor-faktor yang menyebabkan munculnya stress pada seseorang dikenal dengan istilah stressor. Biasanya stressor dapat muncul dari berbagai situasi dan kondisi tertentu. Banyak orang yang bahkan tidak menyadari, apakah kegiatan yang dia lakukan merupakan salah satu bentuk stressor atau bukan. Karena itu, berikut ini ada beberapa hal dan situasi yang menjadi penyebab stress pada seseorang :
1. Stress akademik
Stress akademik merupakan salah satu jenis penyebab stress yang berasal dari bidang akademik. Biasanya stress di bidang akademik ini muncul ketika seorang pelajar gagal dalam menuntaskan mata kuliah atau pelajaran tertentu, sehingga diharuskan mengulang pada kesempatan berikutnya. Selain itu kondisi nilai dan juga prestasi yang rendah juga dapat menyebabkan seseorang akan mengalami stress.
2. Beban kerja dan tanggung jawab yang berat
Dalam dunia pekerjaan, sudah pasti seseorang wajib melaksanakan segala tugas dan kewenangannya dengan sangat baik, agar tujuan dari perusahaan tersebut dapat tercapai. Namun terkadang ada kalanya dimana beban kerja dan tanggung jawab yang dilimpahkan kepada seseorang terlampau berat, sehingga sulit untuk dilaksanakan dengan baik. Hal ini pastinya dapat menjadi salah satu penyebab stress kerja, terutama bagi mereka yang memiliki status sebagai karyawan dari sebuah perusahaan.
3. Perceraian
Perceraian merupakan salah satu hal yang sering terjadi dan sering sekali diperdebatkan dalam masyarakat kita. Biasanya dengan adanya proses perceraian, akan terjadi efek lainnya yang berkepanjangan, dan salah satunya adalah stress. Seseorang yang mengalami perceraian dapat juga mengalami stress dan bukan tidak mungkin pada akhirnya malahan akan mengalami trauma berkepanjangan mengenai pernikahan kembali.
4. Pertengkaran dengan pasangan
Selain perceraian, masalah lain yang dapat menjadi stressor atau penyebab stress adalah masalah pertengkaran dengan pasangan, ataupun dengan sahabat. Hal ini akan menyebabkan seseorang akan mengalami beban pikiran yang hebat setelah mengalami pertengkaran, dan akan menyebabkan munculnya stress.
5. Sakit keras
Yang namanya penyakit, mungkin tidak ada yang tahu kapan akan menyerang. Dan ketika penyakit sudah menyerang, terutama penyakit-penyakit yang sifatnya kronis dan parah, maka hal ini dapat menyebabkan seseorang mengalami stress akan penyakit yang sedang dideritanya. Dan efek terburuknya adalah kondisi stress ini malahan akan memperparah kondisi penyakit kronis yang dideritanya. Sejumlah penyakit parah tersebut terutama merupakan penyakit paling mematikan di dunia. 6. Ditinggal oleh anggota keluarga dan juga orang tersayang
Hidup dengan anggota keluarga dan orang tersayang merupakan anugErah yang terindah. Karena itu, ketika harus menghadapi kehilangan orang yang disayangi sepertinya akAn menjadi terasa sangat berat. Hal ini dapat menimbulkan kondisi stress pada mereka yang ditinggalkan, terlebih lagi apabila mereka yang ditinggalkan sudah tidak memiliki pegangan hidup lagi. Kondisi ini juga bisa terjadi karena penyebab kematian mendadak pada orang tersayang, seperti kecelakaan.
7. Hutang
Hutang juga merupakan salah satu faktor terbesar dalam munculnya stress. Kondisi beban hutang, yang biasanya memiliki bunga tertentu, membuat seseorang harus bekerja keras untuk melunasi hutangnya. Namun demikian, ada kalanya usaha tudak sebanding dengan hasilnya, sehingga kondisi ini menyebabkan seseorang mengalmi stress, yang dapat berujung pada kondisi depresi dan tertekan.
8. Kerugian usaha dan kebangkrutan
Memiliki bisnis sendiri merupakan sesuatu yang menjanjikan secara finansial. Namun demikian, tidak semua bisnis dan usaha dapat berjalan lancar, dan ada kalanya seseorang harus menghadapi kerugian, bahkan kebangkrutan dalam usahanya. Ada yang dapat menyikapinya dengan baik sebagai eustress, namun juga ada yang menyikapinya sebagai distress.
Bagi mereka yang menyikapinya sebagai distress, hal ini akan menyebabkan kondisi mental dan pikiran dapat terganggu, karena terlalu memikirkan stress yang muncul. Hal ini bisa berakibat pada depresi dan bahkan mengarah kepada gangguan mental.
9. Beban hidup dan tanggungan hidup
Selain dalam pekerjaan, beban juga muncul pada kehidupan sehari-hari. Kondisi kebutuhan hidup yang semakin mahal dan tinggi, membuat banyak orang bisa menjadi penyebab stress karena semakin beratnya beban dan tanggungan hidup yang harus dipenuhi.
10. Tekanan dari lingkungan sekitar
Lingkungan sekitar juga memiliki andil yang cukup besar dalam memunculkan stress pada diri seseorang. Salah satu tekanan dari lingkungan sekitar yang dapat menyebabkan stress antara lain adalah tekanan dari pihak keluarga untuk segera menikah, yang apabila tidak disikapi dengan baik malah akan menyebabkan stress.
11. Kekecewaan yang sangat mendalam
Stress juga dapat muncul karena adanya suatu bentuk kekecewaan yang mendalam terhadap suatu hal. Bisa kecewa terhadap teman, keluarga, pasangan, rekan kerja, dan bahkan kekecewaan terhadap diri sendiri. Hal ini dapat menjadi salah satu faktor dari penyebab stress.
12. Gagal dalam mencapai target
Kegagalan merupakan hal yang pastinya dihindari oleh setiap orang. Namun demikian ada kondisi dimana sebagai manusia kita harus menghadapi kegagalan. Apabila tidak dapat menghadapi kegagalan tersebut, maka efeknya adalah dapat menimbulkan stress.

Bagaimana mencegah dan mengobati stress ?

Apabila anda bertanya bagaimana cara mengatasi stress dan mencegahnya agar tidak kembali lagi, namun jawabannya mungkin akan sulit. Hal ini dikarenakan stress tersebut berbeda-beda pada setiap orang, tergantung dari bagaimana kondisi stress yang dialami, dan juga tergantung dari individu tersebut. Namun demikian, ada beberapa cara yang dapar mencegah dan menyembuhkan stress dengan baik dan bisa diterapkan ke banyak orang.
Berikut ini adalah beberapa cara yang cukup efektif dalam mencegah dan mengobati stress :
  • Relaksasi
  • Melakukan sesuatu yang menjadi hobi
  • Berbelanja
  • Berjalan-jalan dan melakukan rekreasi
  • Beristirahat dan tidur
  • Bersosialisasi dengan orang lain
Itulah beberapa penyebab dari stress dan beberapa tips untuk mencegah dan mengobati stress. Semoga artikel ini bermanfaat.

Segudang Bahaya Merokok terhadap Tubuh



Segudang Bahaya Merokok terhadap Tubuh


Pasti Anda sudah tidak asing lagi dengan peringatan “dilarang merokok”. Dua kata itu bisa dengan mudahnya dijumpai di mana saja. Sepertinya tidak mengherankan jika mengingat dampak-dampak negatif yang ditimbulkan akibat merokok pada tubuh Anda.
Salah satu konsekuensi utama yang bisa Anda dapatkan dari rokok adalah menderita penyakit jantung. Diperkirakan, sebanyak 20% kematian akibat penyakit jantung terkait langsung dengan kebiasaan merokok. Kenapa rokok begitu berbahaya? Apa saja efek negatif lainnya dari rokok?

Lihat saja kandungan yang terdapat pada sebatang rokok. Lebih dari 4000 bahan kimia terdapat di dalamnya. Ratusan di antaranya zat beracun dan sekitar 70 bahan di dalamnya bersifat kanker. Bahan-bahan berbahaya pada sebatang rokok, antara lain:
  • Karbon monoksida. Zat yang kerap ditemukan pada asap knalpot mobil ini bisa mengikat diri pada hemoglobin dalam darah secara permanen sehingga menghalang penyediaan oksigen ke tubuh. Hal tersebut membuat Anda cepat lelah.
  • Tar. Ketika merokok, kandungan tar di dalam rokok akan ikut terisap. Zat ini akan mengendap di paru-paru Anda dan berdampak negatif pada kinerja rambut kecil yang melapisi paru-paru. Padahal rambut tersebut bertugas untuk membersihkan kuman dan hal lainnya keluar dari paru-paru Anda.
  • Gas oksidan. Gas ini bisa bereaksi dengan oksigen. Keberadaannya pada tubuh lebih meningkatkan risiko stroke dan serangan jantung akibat penggumpalan darah.
  • Benzene. Zat yang ditambahkan ke dalam bahan bakar minyak ini bisa merusak sel pada tingkat genetik. Zat ini juga dikaitkan dengan berbagai jenis kanker seperti kanker ginjal dan leukimia.
Selain bahan-bahan di atas, masih banyak kandungan beracun pada sebatang rokok seperti arsenic (digunakan dalam pestisida), toluene (ditemukan pada pengencer cat), formaldehyde (digunakan untuk mengawetkan mayat), hydrogen cyanide (digunakan untuk membuat senjata kimia), dan cadmium (digunakan untuk membuat baterai).
Ketika Anda merokok, Anda akan lebih mungkin terkena serangan jantung. Perokok berisiko dua hingga empat kali lebih tinggi menderita penyakit jantung. Risiko lebih tinggi lagi jika Anda perokok wanita yang sedang mengonsumsi pil KB.
Saat merokok, Anda akan turut memasukkan zat-zat berbahaya yang bisa berdampak buruk tubuh, khususnya jantung. Contohnya zat nikotin. Ketika nikotin masuk ke tubuh, zat itu bisa mengurangi kadar oksigen yang akan masuk ke darah. Zat yang bersifat candu ini juga bisa mempercepat detak jantung, menaikkan tekanan darah, merusak pembuluh darah dalam jantung, dan mempercepat pembekuan darah yang bisa memicu serangan jantung. Begitu juga dengan akibat-akibat buruk terhadap organ tubuh yang lainnya.

Otak

Merokok bisa meningkatkan risiko terkena stroke sebesar 50 persen. Hal tersebut bisa menyebabkan kerusakan otak dan kematian. Merokok juga dapat meningkatkan risiko mengalami aneurisma otak. Aneurisma otak adalah pembengkakan pembuluh darah yang terjadi akibat melemahnya dinding pembuluh darah. Sewaktu-waktu bisa pecah dan mengakibatkan pendarahan di otak.

Mulut dan Tenggorokan

Bau mulut dan gigi bernoda merupakan efek yang akan timbul akibat merokok. Penyakit gusi dan kerusakan indera perasa pun dapat timbul. Masalah serius yang akan hinggap pada mulut dan tenggorokan adalah meningkatnya risiko kanker pada lidah, tenggorokan, bibir, dan pita suara.

Paru-paru

Salah satu efek paling berbahaya akibat merokok adalah kanker paru-paru. Bahan-bahan kimia pada rokok berpotensi merusak sel-sel pada paru-paru yang bisa membentuk sel kanker. Penyakit serius lainnya yang bisa Anda alami adalah bronkitis, pneumonia, dan emfisema.

Lambung

Merokok bisa melemahkan otot yang mengontrol bagian bawah kerongkongan Anda. Hal tersebut memungkinkan asam dari lambung bergerak ke arah yang salah, yaitu ke kerongkongan. Kondisi tersebut dinamakan penyakit asam lambung. Beberapa risiko penyakit yang akan dihadapi oleh seorang perokok adalah ulkus atau tukak dan kanker lambung.

Tulang

Racun pada rokok bisa merusak tulang dengan cara menghentikan kerja sel-sel konstruksi. Oleh sebab itu, perokok lebih berisiko mengalami tulang rapuh atau osteoporosis. Racun rokok juga bisa mengganggu keseimbangan hormon-hormon yang bertugas menjaga tulang tetap kuat, seperti hormon estrogen.

Kulit

Perokok akan terlihat lebih tua ketimbang yang bukan perokok karena kurangnya asupan oksigen ke kulit. Penuaan dini akan dirasakan, seperti kemunculan kerutan di sekitar mata dan mulut. Racun rokok juga bisa menyebabkan selulit pada kulit.

Organ Reproduksi

Merokok bisa mengganggu sistem reproduksi dan kesuburan Anda. Pada pria, merokok bisa menyebabkan impotensi, mengurangi produksi sperma, dan kanker testis. Sementara pada wanita, merokok dapat mengurangi kesuburan. Selain itu, risiko terkena kanker serviks pun lebih tinggi karena rokok mengurangi kemampuan alami tubuh dalam melawan infeksi human papillomavirus atau HPV.
Selain penyakit pada fisik, perokok juga mengalami tingkat stres yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak merokok. Selama ini mungkin Anda mengira merokok bisa membuat lebih rileks. Anda menganggap kandungan nikotin bisa menenangkan pikiran Anda, tapi ternyata itu salah. Yang membuat perokok gelisah dan cemas adalah gejala putus obat terhadap nikotin. Dengan merokok, kecanduan terhadap nikotin akan terpenuhi dan perokok merasa seperti rokok tersebut menurunkan stres.
Memang tidak semua perokok akan meninggal karena penyakit jantung, kanker paru-paru, atau stroke, namun kebiasaan merokok bisa sangat mengganggu dan mengurangi kualitas hidup Anda sehari-hari. Efek rokok yang bisa Anda rasakan sehari-hari adalah batuk-batuk, sesak napas, lebih mudah lelah, lebih rentan terhadap infeksi, atau mengalami gangguan tidur yang ditandai dengan sulit bernapas pada malam hari kemudian merasa kelelahan di pagi hari.
Mungkin Anda sudah terbiasa mendengar bahaya merokok terhadap tubuh, namun Anda tetap tidak menghentikan kebiasaan mengisap rokok karena merasa saat ini kesehatan Anda masih baik-baik saja.
Perlu diingat, merokok sama saja seperti menabung racun pada tubuh yang sedikit demi sedikit bisa menumpuk jika dilakukan terus-menerus. Dengan begitu, risiko menderita penyakit pun akan lebih tinggi pada masa tua. Tidak hanya Anda, orang-orang terdekat pun akan merasakan efeknya karena menghirup asap rokok yang beracun.